Sinopsis Novel Marjanah Karya Soewarsih Djojopoespito

22 Mei 2012 at 11:03 Tinggalkan komentar

Ketika berusia dua belas tahun, Marjanah kecil sudah pandai bergaul dengan orang-orang yang usianya jauh di atasnya. Rasa ingin tahunya yang begitu besar membuat ia tumbuh menjadi anak yang cerdas serta peka terhadap situasi yang ada di sekitarnya. Pada awal cerita, ia digambarkan begitu akrab dengan tukang kebun di rumahnya, seperti tanpa ada jarak di antara mereka.

Kemudian, cerita beralih pada penderitaan ibunya yang ditinggal pergi oleh suaminya karena tergoda oleh seorang janda. Ibu Marjanah akhirnya diceraikan oleh suaminya dan disuruh pulang ke rumah ibunya (nenek Marjanah). Marjanah beserta ibunya harus meninggalkan semua hal yang telah menjadi bagian kehidupannya selama ini. Mereka sekarang tinggal di rumah nenek Marjanah di kota. Ibu Marjanah kemudian jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia karena sudah tidak tahan menanggung duka cita dan kerinduan yang sangat mendalam terhadap suaminya.

Menginjak usianya yang keenam belas tahun, Marjanah dewasa pun melanjutkan pendidikannya di kota. Ia tinggal di rumah seorang janda tua yang mempunyai dua orang anak yang usianya sebaya dengannya, yaitu Sutirin dan Jack (Sudrajat). Tak lama berselang, kakek dan nenek Marjanah pun meninggal dunia, meninggalkan Marjanah sebatang kara. Dengan situasinya sekarang, ia menyadari bahwa tidak mungkin untuk melanjutkan sekolahnya. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk bekerja agar bisa membiayai hidupnya.

Marjanah bersahabat karib dengan Jack, anak dari induk semangnya. Jack masih bersekolah dan tinggal satu rumah bersama Marjanah. Karena terbiasa dimanjakan ibunya, Jack sehari-harinya hanya main-main untuk kesenangannya semata. Oleh karena itu, sebagai sahabatnya, Marjanah berusaha untuk menasihatinya dengan berbagai cara, tetapi tidak berhasil. Pada suatu malam, diceritakan Jack bersama teman-temannya pergi ke Lembang dengan seorang perempuan. Awalnya Jack ingin meminta pendapat kepada Marjanah, tetapi tidak jadi karena waktu itu Marjanah sudah tertidur lelap.

Di lembang, Jack melakukan hal yang tidak terpuji dengan perempuan yang dibawanya itu. Oleh karena itu, ia merasa bersalah kepada Marjanah. Sikap Jack pun berubah pada Marjanah. Ia selalu mengindar bila berjumpa dengan Marjanah. Marjanah pun kemudian merasa heran dengan perubahan sikap Jack padanya. Jack tak pernah berterus terang kepada Marjanah tentang perubahan sikapnya itu, ia hanya mengatakan kepada Marjanah bahwa masalahnya itu adalah masalah laki-laki dan Marjanah sebagai perempuan tidak akan bisa mengerti.

Dalam kebingungannya terhadap perubahan sikap Jack, Marjanah hampir saja tertabrak motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki. Laki-laki tersebut kemudian diketahui bernama Sutrisna. Sejak pertemuan itu, Marjanah selalu ingat pada Sutrisna dan akhirnya jatuh cinta. Di mata Marjanah, Sutrisna merupakan laki-laki yang sopan, pintar, dan tipe lelaki setia. Tanpa disangka, ternyata Sutrisna adalah sahabatnya Jack. Marjanah baru mengetahuinya ketika Sutrisna bertamu ke rumah Jack.

Hubungan Marjanah dan Sutrisna pun akhirnya berlanjut. Mereka banyak sekali bertukar pikiran, mulai dari hal-hal yang ringan sampai dengan pembahasan mengenai filsafat hidup dan karya sastra dunia. Mereka bersepakat bahwa laki-laki dan perempuan harus berhubungan sebagai sahabat karib, saling menghargai kedudukannya, dan seterusnya saling mendidik, saling mencintai, dan saling mengasuh. Mereka menceritakan pengalaman masing-masing mengenai filsafat hidup yang mereka cari melalui membaca buku. Mereka menganggap bahwa buku merupakan sahabat yang bisa membuka wawasan tentang isi dunia. Buku merupakan sahabat yang bisa menjadi solusi dari masalah, menjadi petunjuk jalan hidup, dan bila sedang bingung, buku bisa memberikan jawabannya. Dari sinilah timbul perasaan yang sama atas kecocokan kepribadian mereka berdua.

Namun di sisi lain, ada seseorang yang terpesona oleh kepribadian Marjanah, yaitu Jack. Dia baru menyadari bahwa Marjanah memilki wawasan yang luas ketika mereka bertiga terlibat perbincangan yang serius. Setelah melihat kedekatan Marjanah dengan Sutrisna, Jack merasa cemburu kepada Marjanah. Akhirnya Jack pun menulis surat kepada Marjanah. Isi suratnya tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa telah dilupakan Marjanah. Selain itu, ia pun menyebutkan bahwa Marjanah akan mengambil suami orang karena sesungguhnya Sutrisna itu telah berkeluarga. Membaca isi surat itu, Marjanah pun marah kepada Jack seraya mengatakan bahwa ia wanita baik-baik yang tidak mungkin begitu saja mengambil suami orang. Marjanah pun mengatakan bahwa cinta tak bisa dipaksakan dan ia pun tidak akan pernah mencintai Jack bila masih bersikap demikian.

Sementara itu, kehidupan rumah tangga Sutrina dengan istrinya sangat tidak bahagia. Martilah, istri Sutrisna, sering pergi keluar bersama dengan teman-temannya, termasuk bersama dengan Jack. Sutrina pun akhirnya sering mencurahkan penderitaannya itu kepada Marjanah melalui surat yang dikirimkannya.

Suatu hari secara tidak disengaja Marjanah dan Sutrisna bertemu di suatu tempat. Akhirnya mereka berdua pun jalan-jalan mengelilingi kota. Pada saat itulah mereka berdua saling mengetahui perasaan masing-masing bahwa mereka berdua saling mencintai. Namun, Sutrisna tidak bisa berbuat banyak karena ia sudah mempunyai istri. Begitu pula Marjanah, ia tidak ingin disebut telah merebut suami orang karena menurutnya, perbuatan itu menyakiti sesama perempuan. Hubungan mereka hanya sebatas tukar pikiran walau di antara mereka berdua saling mencintai.

Dalam kesempatan lain diceritakan bahwa Marjanah kedatangan tamu, yaitu Mian, anaknya bapak Supi tukang kebun di rumahnya Marjanah dulu. Tujuan Mian menemui Marjanah adalah ingin bekerja kepada Marjanah. Ia kemudian menceritakan kondisi bapaknya yang baru sembuh dari sakit dan juga mencertiakan adiknya yang pergi ke kota bersama bibinya, tetapi tidak ada kabar beritanya sampai sekarang.

Cerita kemudian berlanjut pada tokoh Jack yang baru saja lulus dari A.M.S dan akan melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Hakim di Jakarta. Ibunya pun merasa sedih ditinggal pergi anak kesayangannya itu. Di Jakarta, Jack kemudian menjalin hubungan terlarang dengan Martilah, istri Sutrisna.

Beberapa waktu kemudian, pada suatu hari ketika Marjanah sedang membaca koran, ia melihat ada lowongan kerja sebagai pengajar bahasa Belanda. Dia pun mengirimkan lamaran untuk melamar menjadi pengajar bahasa Belanda. Tiga hari kemudian, ia menerima surat balasan yang isinya mengatakan bahwa ia diterima sebagai pengajar bahasa Belanda di rumahnya van Reewijk. Ia bertugas untuk mengajar nyai-nyai ‘wanita pribumi yang dinikahi orang Belanda’. Tanpa diduga, di sini Marjanah bertemu dengan Nyi Sati, anaknya bapak Supi bekas tukang kebun di rumahnya Marjanah dulu. Nyi Sati ternyata dijadikan istri oleh tuan van Reewijk.

Dalam kisah selanjutnya, walaupun sebatas sahabat, hubungan antara Marjanah dengan Sutrisna harus berakhir karena Sutrisna bertekad kuat untuk memperbaiki rumah tangganya. Sutrisna mengatakan bahwa jalan yang akan Marjanah tempuh masih sangat panjang. Ia tidak mau Marjanah terhina dengan mencintainya. Walaupun dengan berat hati, Marjanah menerima keputusan Sutrisna tersebut, bahkan ia sangat mendukungnya. Akhirnya, Marjanah dan Sutrisna berpisah. Setelah dua tahun berlalu, Marjanah pun dapat melalui kesulitan-kesulitan yang ia hadapi setelah ditinggal pergi Sutrisna. Seiringnya waktu, Marjanah dan Soetrisna pun bisa bersatu menjadi pasangan suami istri setelah istrinya Soetrisna, Martilah, melarikan diri dengan laki-laki lain yang dicintainya, yaitu Jack.

Entry filed under: Info Buku, Sinopsis. Tags: , , , , , , .

Sinopsis “Jeblog” Karya Nazaruddin Azhar dalam Kumpulan Naskah Drama Jeblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Credits



Sekolah Victory Plus

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Chat With Me

e-mail:
bujanggamanik@yahoo.co.id
HP:
08996967134

Blog Stats

  • 34,770 hits

%d blogger menyukai ini: