Sinopsis “Jeblog” Karya Nazaruddin Azhar dalam Kumpulan Naskah Drama Jeblog

5 Mei 2012 at 21:39 Tinggalkan komentar

Pada malam hari di sebuah ruangan penjara, tampak Dalka berdiri di depan jendela tengah mencari rembulan; Burhan duduk bersila di pojok seperti tengah bersemadi; Sarwani merebahkan badan di atas bangku seraya menatap kosong langit-langit. Kemudian, di antara Dalka dan Sarwani terjadi dialog sengit tentang harapan masing-masing, sementara Burhan masih asyik sendiri dengan kesibukannya. Sebelum hari Kiamat tiba, Dalka mempunyai harapan yang menurutnya sederhana, yaitu hanya ingin senantiasa melihat rembulan di malam hari. Menurut Sarwani, keinginan Dalka itu justru berlebihan. Tidak mungkin Tuhan mengabulkan harapannya itu. Tidak mungkin setiap malam ada rembulan. Sarwani bahkan menuduh Dalka sebagai pemimpi. Tidak terima dengan ucapan Sarwani, Dalka balas menyerang balik bahwa sebenarnya Sarwani sendiri juga pemimpi. Apa yang dilakukan Sarwani dengan menatap kosong langit-langit itu menunjukkan bahwa dirinya juga pemimpi. Sarwani pun akhirnya mengakuinya juga bahwa ia sebenarnya sedang membayangkan istrinya yang senantiasa setia menanti dirinya pulang. Mendengar hal itu Dalka tidak percaya. Seraya mengejek, Dalka mengingatkan bahwa sudah belasan tahun Sarwani meninggalkan istrinya. Tidak mungkin istrinya setia menunggu Sarwani. Tidak terima dengan ucapan Dalka, Sarwani pun naik pitam. Ia kemudian menarik baju Dalka. Ketika Sarwani hendak memukul Dalka, terdengar suara Burhan tertawa terbahak-bahak. Sarwani pun mengurungkan niatnya.

Burhan senang karena menurutnya, akhirnya ia bisa terbang dan melayang. Mendengar hal itu, Dalka dan Sarwani mulanya tidak mempercayai bualan Burhan. Dalka dan Sarwani menuduh Burhan hanya pemimpi saja. Tidak terima dengan tuduhan Dalka dan Sarwani, Burhan pun mencoba membuktikan sekali lagi kepada mereka bahwa dirinya benar-benar bisa terbang dan melayang. Setelah Burhan mencoba membuktikannya, Dalka pun mulai mencoba untuk mempercayainya. Begitu juga Sarwani. Keduanya kemudian menyemangati Burhan agar bisa terbang lebih tinggi lagi ke langit dan melayang mengelilingi bumi. Burhan, Dalka, dan Sarwani asyik dengan imajinasinya masing-masing. Bahkan, Sarwani berpesan kepada Burhan, jika bertemu dengan istrinya, katakan bahwa dirinya ingin bertemu. Begitu pula Dalka berpesan kepada Burhan, jika bertemu dengan Nyi Putri Bulan, katakan bahwa dirinya selalu menantikan kedatangannya. Namun, ketika masing-masing dalam keaadaan imajinasi tingkat tinggi, tiba-tiba Burhan pun terduduk lunglai di lantai. Ia merasa capek yang luar biasa, tetapi wajahnya yang berseri-seri menunjukkan ia sangat bahagia. Dalka dan Sarwani pun mulai tersadarkan dari imajinasinya. Masing-masing mempertanyakan apakah benar bahwa Burhan tadi memang bisa terbang tinggi dan melayang. Namun menurut Dalka, yang penting mereka berdua sudah bisa mengantar Burhan meraih apa yang diinginkannya.

Sementara Burhan dan Sarwani sudah tertidur pulas, Dalka masih menyendiri menantikan kedatangan Nyi Putri Bulan. Kemudian, dalam imajinasinya, datanglah sosok Wanoja ‘perempuan’ sebagai Nyi Putri Bulan dan sekaligus sebagai ibu imajinernya. Pertemuan di antara keduanya menguak kisah Dalka hingga akhirnya ia masuk penjara. Dalka harus berakhir di dalam penjara karena membantai lima orang pelanggan ibunya yang berprofesi sebagai PSK. Krisis ekonomi, kemiskinan, hingga lingkungan yang keras tempat Dalka dibesarkan melatarbelakangi ibunya bekerja sebagai PSK. Sedari kecil Dalka kurang kasih sayang dari sang ibu. Ia hanya bisa menyaksikan ibunya bekerja menjadi PSK. Di saat ibunya menyangka Dalka sudah tertidur setelah diceritakan dongeng Nyi Putri Bulan, padahal saat itu Dalka tidak tertidur, ia menyaksikan ibunya berlalu pergi untuk bekerja sebagai PSK. Beranjak dewasa, Dalka mengumpulkan keberaniannya. Dia tak terima kenyataan bahwa ibunya seorang PSK. Tanggapan dan suara-suara miring tentang pekerjaan ibunya dari lingkungan sekitar membuatnya menjadi seolah-olah terasingkan dan tak banyak bergaul dengan orang-orang sebayanya. Pada suatu waktu, Dalka memergoki empat orang langganan kencan ibunya. Dalka tak terima dan kemudian membantai empat orang langganan ibunya itu. Akibat perbuatannya itu, Dalka dijatuhi hukuman mati.

Pada malam berikutnya, keadaannya sama seperti malam sebelumnya. Tampak Dalka berdiri di depan jendela tengah mencari rembulan; Burhan duduk bersila di pojok seperti tengah bersemadi; Sarwani merebahkan badan di atas bangku seraya menatap kosong langit-langit. Kemudian, di antara Dalka dan Sarwani terjadi lagi dialog sengit. Kali ini Dalka mengungkapkan alasannya mengapa ia selalu menanti kedatangan rembulan. Menurutnya, dulunya rembulan itu adalah putri yang sangat cantik jelita. Mendengar hal itu, Sarwani mengatakan bahwa itu semua takhayul, sekadar dongeng, dan tidak ada manfaatnya. Menurut Dalka, justru karena dongeng itu ia merasa dekat dengan ibunya. Sementara itu, tiba-tiba Burhan berceloteh bahwa ia tahu sedang apa ibunya Dalka sekarang. Burhan berkata demikian karena menurutnya, sekarang ia sedang terbang dan melayang di sekitar rumah ibunya Dalka. Menurut penglihatannya, ibunya Dalka keluar rumah, kemudian masuk ke dalam mobil bersama seorang laki-laki. Mobil itu menuju ke sebuah hotel. Mendengar hal itu Dalka merasa tersinggung. Kontan saja ia menarik tubuh Burhan, tetapi kemudian dihalangi oleh Sarwani.

Berbeda dengan Dalka yang tidak tertarik dengan penglihatan Burhan, Sarwani justru tertarik dengan penglihatan Burhan untuk mengetahui keadaan istrinya sekarang. Burhan pun kemudian mencoba lagi untuk terbang dan melayang ke arah rumah Sarwani sesuai dengan petunjuk tempat yang diberikan Sarwani. Namun sayang, semua tempat-tempat yang ditunjukkan Sarwani menyulitkan Burhan untuk menemukan rumahnya Sarwani. Tempat-tempat itu sudah berubah keadaannya: sawah-sawah berubah menjadi perumahan, danau berubah menjadi pasar induk, kuburan berubah menjadi kantor DPRD, dan mesjid berubah menjadi supermarket. Akhirnya Burhan pun menyerah karena sudah capek terbang dan melayang mencari rumahnya Sarwani. Kemudian, Sarwani pun berpesan kepada Burhan agar memberitahukannya jika akan terbang dan melayang lagi. Mendengar hal itu, Dalka mengingatkan Sarwani agar tidak usah tahu tentang keadaan istrinya sekarang. Khawatir apa yang dilihat oleh Burhan nanti itu sesuatu yang tidak menyenangkan. Bagaimana kalau nanti istrinya itu sudah menikah lagi. Menurut Sarwani, tidak mengapa jika istrinya sudah menikah lagi asalkan suaminya benar-benar menyayanginya. Dalka pun menimpalinya bahwa semoga tidak seperti Sarwani yang tidak menyayangi istrinya. Jika Sarwani sayang kepada istrinya, tidak mungkin ia melakukan kejahatan hingga ia masuk penjara. Mendengar hal itu, Sarwani pun merasa terpukul. Ia mengutuki keadaan yang membuatnya masuk penjara.

Sementara Burhan dan Dalka sudah tertidur, Sarwani masih menyendiri meratapi keadaannya sekarang yang harus berpisah dengan istrinya, yaitu Ratna. Kemudian, dalam imajinasinya, datanglah sosok Wanoja sebagai istri imajinernya. Pertemuan di antara keduanya menguak kisah Sarwani hingga akhirnya ia masuk penjara. Sarwani harus berakhir di dalam penjara karena ia telah membantai aparat-aparat desa yang diskriminatif terhadap dirinya dan keluarganya karena Sarwani seorang keturunan PKI. Sarwani merasakan ketidakadilan pada dirinya dan keluarganya, sementara orang lain bisa mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang sesuai, serta perlakuan yang semestinya dari orang lain. Sarwani pun kemudian muak dengan perlakuan yang membeda-bedakan dirinya dan keluarganya dengan orang lain. Padahal, Sarwani pun tak ingin dilahirkan dari keluarga yang berbeda dari orang lain kebanyakan. Dia pun ingin sama seperti orang lain walau pada kenyataannya berbeda. Dia hanya ingin diperlakukan sama, yaitu diperlakukan adil tanpa diskriminasi. Ketika amarahnya membuncah karena perlakuan dan penghinaan pada orang tuanya oleh para aparatur desa, Sarwani pun gelap mata dan menciptakan keadilan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dengan membantai aparat-aparat desa yang dianggapnya sebagai provokator yang memengaruhi warga desa. Saat itu Sarwani puas karena keadilan yang dia inginkan terwujud walaupun harus berakhir di dalam penjara dan dengan jalan melanggar hukum, yaitu dengan membantai orang-orang yang menghinanya dan keluarganya. Karena perbuatannya itu, Sarwani pun akhirnya dijatuhi hukum mati.

Masih pada malam yang sama, terlihat Dalka dan Sarwani tertidur pulas. Sementara itu, Burhan bangun dari tidurnya. Ia terbangun karena mendengar suara perempuan yang memanggilnya. Kemudian, dalam imajinasinya, datanglah sosok Wanoja sebagai kesunyian imajinernya. Pertemuan di antara keduanya menguak kisah Burhan hingga akhirnya ia masuk penjara. Burhan melihat dengan mata kepalanya sendiri kematian orang tuanya yang terlihat tak wajar karena santet. Dia tak tahu apa sebenarnya yang dilakuan oleh orang tuanya sampai harus meninggal dengan cara seperti itu. Dia tak bisa berbuat apa-apa ketika orang tuannya disantet. Ia hanya bisa menangis ketika ia menyaksikan orang tuanya mendadak sakit dan tak bisa disembuhkan oleh dokter. Menurut kabar orang-orang, orang tuanya disantet. Sejak saat itu, timbul niatnya sebagai bakti kepada orang tuanya untuk bisa menyembuhkan orang-orang yang terkena santet. Burhan pun bertemu Eyang. Eyang adalah seorang guru yang mengajarkannya ilmu mengobati santet dan ilmu kesaktian lainnya. Namun sayang, ilmu yang diturunkan oleh Eyang kepadanya belum sampai sempurna. Eyang telah dipanggil Yang Maha Kuasa sebelum dia bisa menyembuhkan orang yang terkena santet seperti orang tuanya yang tiba-tiba sakit dan tak bisa disembuhkan oleh dokter.

Setelah Eyang meninggal, di tengah kegalauan dan kekosongan jiwanya, Burhan bertemu orang yang baru pertama kali ditemuinya di halaman masjid saat Burhan melamun. Orang baru tersebut mengajaknya ikut ke suatu tempat untuk menemui seseorang yang bisa membuatnya masuk surga. Burhan pun ikut dengan lelaki itu dan kemudian bertemu dengan orang yang disebut Imam. Bersama Imam, Burhan ikut dalam sebuah pengajian yang hanya diikuti oleh belasan orang. Orang yang disebut Imam itu menguasai ilmu-ilmu agama dan seluk beluknya. Kemudian, Imam itu menceritakan bagaimana keadaan umat saat ini, yaitu bagaimana kejamnya Amerika dan Yahudi terhadap orang Islam di beberapa negara. Mereka itu semua adalah kafir-kafir yang tak akan tenang melihat kemajuan Islam. Oleh karena itu, umat Islam tak boleh tinggal diam, harus ada tindakan nyata agar umat Islam tidak teraniaya oleh mereka orang kafir. Setelah Burhan terdoktrin oleh ucapan Imam, dia pun kemudian disumpah karena terpilih menjadi martir. Burhan pasrah dengan takdirnya ketika ditugaskan menjadi martir di sebuah kafe. Burhan ikhlas karena dia pun ingin berguna bagi agama dan berguna bagi umat Islam. Namun pada saat akan dilakukan eksekusi peledakan bom, timbul ragu dalam dirinya. Dia takut karena dia tahu inilah akhir dari hidupnya. Ketika dia memutuskan untuk meledakan bom dalam ranselnya, handphone pemicu bomnya tak berfungsi. Akhirnya, Burhan pun ditangkap oleh polisi dan penjinak bom dan kemudian ia pun diinterogasi mengenai jaringan terorisme yang diikutinya. Akhirnya, ia pun dijatuhi hukuman seumur hidup.

Masih pada malam yang sama, terlihat Dalka, Sarwani, dan Burhan tertidur pulas. Pada saat yang hampir bersamaan, mereka terbangun dari tidurnya. Sejurus kemudian, dalam imajinasinya masing-masing, muncullah sosok Wanoja menghampiri mereka bertiga. Kemudian, terjadilah perebutan yang sengit tentang sosok Wanoja di antara Dalka, Sarwani, dan Burhan. Dalka menganggap bahwa sosok Wanoja itu adalah Nyi Putri Bulan sekaligus ibu imajinernya. Sarwani menganggap bahwa sosok Wanoja itu adalah istri imajinernya. Adapun Burhan menganggap bahwa sosok Wanoja itu adalah kesunyian imajinernya. Sosok Wanoja itu pun akhirnya melerai mereka bertiga. Ia mengatakan bahwa kedatangannya kali ini untuk mereka semua. Ia bisa menjadi Nyi Putri bulan sekaligus ibu imajinernya Dalka. Ia bisa menjadi istri imajinernya Sarwani. Ia pun bisa menjadi kesunyian imajinernya Burhan. Namun, mereka bertiga tetap beranggapan bahwa sosok Wanoja itu hanya miliknya masing-masing. Kemudian, sosok Wanoja itu pun meninggalkan mereka bertiga. Dalka, Sarwani, dan Burhan pun mencari sosok Wanoja itu.

Beberapa waktu kemudian, entah itu dalam hitungan hari, bulan, atau pun tahun, di ruangan yang sama tempat Dalka, Sarwani, dan Burhan pernah dipenjara, tampak 2 orang petugas sedang membereskan ruangan penjara tersebut karena sebentar lagi ruangan itu akan diisi oleh seorang tahanan korupsi. Di antara Patugas 1 dan Patugas 2 terjadi dialog tentang keadaan ruangan penjara dan orang-orang yang pernah menempati ruangan penjara itu. Menurut Patugas 1, ruangan penjara yang sedang dibereskannya itu berbeda dengan ruangan penjara yang lainnya. Sudah lama ruangan penjara itu tidak dihuni tahanan, sedangkan ruangan penjara lainnya selalu penuh dengan tahanan. Mendengar hal itu, menurut Patugas 2, ruangan penjara itu dulunya dihuni oleh dua orang tahanan hukuman mati dan satu orang tahanan hukuman seumur hidup. Dua orang tahanan hukuman mati itu sudah dieksekusi, sedangkan satunya lagi ditemukan sudah mati seperti ada yang menyantetnya. Kemudian, tiba-tiba dua petugas itu merasakan suasana horor di ruangan itu. Dua orang petugas itu pun akhirnya terburu-buru meninggalkan ruangan penjara itu. Sementara itu, tampak Dalka, Sarwani, dan Burhan yang berwajah pucat datang ke ruangan penjara itu. Mereka bertiga masih mencari sosok Wanoja yang meninggalkannya itu.

Entry filed under: Info Buku, Sinopsis. Tags: , .

Nazaruddin Azhar Sinopsis Novel Marjanah Karya Soewarsih Djojopoespito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Credits



Sekolah Victory Plus

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Chat With Me

e-mail:
bujanggamanik@yahoo.co.id
HP:
08996967134

Blog Stats

  • 34,770 hits

%d blogger menyukai ini: